Mengenai Saya

Foto saya
cinta damai, menyukai petualangan& tantangan... easy going...

Sabtu, 12 Desember 2009

senjaku kali ini, di atas perahu

Deskripsikanlah tentang sebuah keindahan yang berjalan iring dengan kesedihan,maka niscaya kebingungan kan hinggap. Namun,kali ini aku akan mendeskripsikan ini semua. Hari, ini !!! Selepas aku berpetualang senja ini, 5 Desember 2009, 17.45 wib.
Tahukah kalian bagaimana rasanya, duduk di atas perahu mengelilingi aliran sungai musi yang berkabut saat senja sayup adzan maghrib menggema??? Kukatakan, AMAZING !!!! Indah, inspiratif, seolah ide-ide segar berebutan meloncat keluar dari otakku. Damai itu menelusup di rongga hati, tatkala kulihat riak air, kabut & lantunan adzan berkolaborasi menjadi ritme kesejukan di kalbu. Itu nikmatnya melebihi dari setumpuk burger bagi plankton spongebob, menurutku... Ah.. Senja itu aku ingin memvonisnya sebagai senja terindah dari kelanaku selama ini...Di atas perahu itu, aku mendekalarasikan nuansa ini sebagai kelana inspiratifku kedua atas loncatan-loncatan ide segar.Maaf,kawan. Aku tak sepandai Andrea Hirata yang melukiskan kelananya dengan Weh ke Mentawai dalam kisah Edensor. Namun, nuansa ini seolah melucuti semua selimut fikiranku, kekeruhan otakku. Aku saat itu sejenak hanya mampu menghadirkan gembira yang meletup-letup.... yah....sejenak,kawan.
Aku tak sendiri dalam perahu itu. Saka, nama bocah yang menjadi nakhoda perahuku. Tak tahu, hanya itu jawabannya ketika kutanya umur bahkan tanggal & tahun lahirnya !!! Berhenti sekolah lepas kelas 6 SD. Aku tak mampu menterjemahkan sedihnya saat ia bercerita tentang kehidupannya. Tanpa orangtua dan tak sekolah. Entah, layakkah aku membuat cuplikan hidupnya menjadi sebuah novel laiknya Laskar Pelangi... Setiap hari ke sawah di seberang(Muara sungsang) dari rumahnya di Jalan kavling yang ternyata dekat dengan markas perjuanganku. Tak terlukis letihnya ia mengayuh perahu setelah seharian mencangkul sawah..Saka menawariku mengelilingi pulau Kemaro dan Sungsang untukku, saat aku termenung di dermaga kecil Intirub untuk mencari inspirasi hidup. Di antara lantunan adzan, di tengah euphoriaku atas nuansa segar ini, ia tanpa sedih menceritakan hidupnya. 13 tahun sepertinya, seusia dengan adik bungsuku, Arman. Tapi, ia harus memikirkan hidupnya atau lebih tepatnya memikirkan makannya. Ini baru namanya, mencari hidup untuk makan. Ia tak pernah punya mimpi untuk sekolah... Karena baginya mimpi sekolah itu sama tingginya dengan mimpiku untuk meraih asa di Melbourne... Sedih dan damai itu berebut hadir menyeruak dalam perasaanku. Hari ini, senja ini, aku tak mendapatkan jawaban apapun atas masalah yang menderaku... Tapi, aku punya kunci untuk mengarungi kehidupan ini... Dari seorang bocah kecil yang tak tahu tanggal lahir, tak punya orangtua dan berbaik hati menawarkan aku untuk mengelilingi aliran sungai ini. Seolah-olah saat itu aku sedang menjadi robot emotion yang menampilkan display gambar menangis dan tersenyum bergiliran.. Aku bahkan tak tahu setiap detik saat di atas perahu itu, apakah aku harus tersenyum atau menahan titik airmata turun...
Bagiku, ini kelana isnpiratifku, kawan.. Karena mungkin bagi kalian ini hal biasa... Maaf, karena aku tak seperti Andrea Hirata yang melukiskan kisah inspiratif meletup-letup. Tapi, aku hanya ingin membagikan dengan kalian, bahwa terkadang hidup itu bukan untuk hidup... Tapi untuk menunggu waktu kematian menjemput...yah...terkadang...tapi memaknai hidup itu adalah seni kehidupan yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang tak terduga dalam deret fikirmu. Sekali lagi, Saka namanya...Bocah tak tahu umur, tanpa orangtua dan mengurus sawah.... Di atas perahu itu, diiringi lantunan syahdu adzan maghrib di surau dekat sungai, kabut dan kilauan lampu pabrik pusri... Memaknai hidup menjadi hidup bermakna..
(Maaf,atas kelemahanku mendeskripsikan kisahku)

1 komentar:

  1. amazing..., tulisan yang bagus vi.Mb senang membacanya, Coba deh dipublikasikan, mgkin ada aja media yg kan memuatnya. Btw mana tulisan yg lain vi, kog dah lama sekali (desember 2009)gak nulis di blognya.tetap smangaddddd..

    BalasHapus